Minggu, Agustus 03, 2008

Kerokan, kerikan untuk Masuk Angin

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Hari Sabtu (2-8-08) kemaren ada acara kangen-kangenan dan pelepasan Pakde Wisnu Widiarto (WW) yang hijrah ke Solo. Dengan kekhasan kang  WW menceritakan kronologi bagaimana proses keterimannya di UNS. Temen-temen Informatika dan UPT PusKom AKPRIND banyak yang hadir kecuali yang tidak hadir hehehee. Waktu itu saya lupa ngak mengabadikan gambar ( ntar sy mintain ke mas ferry). Pada intinya Pakde minta pamit ke  rekan informatika AKPRIND yang telah dihuninya selama 12,5 tahun.

Saya datang berserta istri dengan badan yang sebenarnya ngak enak karena masuk angin, jadi disanapun pesennya jeruk panas. Sesampai di rumah simbahnya Najwa untuk menjemput Najwa dan Naufal karena kalo hari sabtu mereka di sekolahin di tempat simbahnya :D. Sampai disana Najwa ngajak jalan-jalan akhirnya walau badan mriang kita terus beli sepatu futsal buat Naufal yang akan bertanding hari ini, minggu (3-8-08) di UNY kemudian beli maem buat mereka.

Sampai di rumah sudah Maghrib dan Alhamdulillah ada mbah uti di tempat adaik saya, langsung saya minta tolong untuk "mengeroki" saya :D. Setelah mandi, mahgrib terus saya kerokan. Menurut beberapa artikel kesehatan adalah sebagai berikut,

"kerokan merupakan upaya mengusir masuk angin dengan peningkatan panas, dan bukan mengeluarkan angin lewat pori-pori kulit. Bagi masyarakat awam, memang kerokan sering dipahami sebagai cara "mengeluarkan angin". Padahal, angin atau udara tak pernah keluar lewat pori-pori, melainkan hanya bisa masuk atau keluar lewat organ pernapasan dan pencernaan." (Pikiran Rakyat)


Dr. Koosnadi Saputra, DSR, melakukan penelitian untuk menelusuri titik-titik akupunktur. Kerokan sebenarnya salah satu cara untuk menghangatkan bagian tubuh yang digosok-gosok itu. Untuk menjelaskan pola keseimbangan itu Koosnadi meminjam konsep dasar pengobatan tradisional (Cina) yang membagi tubuh menjadi bagian tubuh panas (yang) dan bagian tubuh dingin (yin). Bagian yang meliputi kepala serta tubuh bagian belakang. Sementara yin terdapat pada tubuh bagian depan. Menurut konsep yin-yang, orang dibilang sehat bila yin dan yang) tubuh dalam keadaan seimbang. "Kalau tidak seimbang, akibatnya ya sakit.


Dalam hal masuk angin, defisiensi panas (yang) atau penurunan suhu tubuh menyebabkan pembuluh darah di kulit tubuh bagian belakang mengalami penyempitan (konstriksi). "Pembuluh darah kulit yang (mengalami) konstriksi memberi reaksi dingin. Konstriksi itu merupakan efek kompensasi. Saat suhu tubuh bagian belakang menurun, otomatis pembuluh darah kulit berkontriksi agar seluruh tubuh tidak dingin," tutur radiolog yang meraih gelar doktor di Universitas Airlangga, Surabaya. (Intisari)


Pagi harinya saya bungun untuk solat subuh dan badan Alhamudlilah terasa enteng dan bisa menuliskan blog ini. Dan yang pasti efek dari kerokan adalah adanya "lukisan" garis merah-merah baik di punggung maupun di dada itu pasti hehehe.


Semoga bermanfaat

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Tidak ada komentar: